Buku Literasi Informasi

Buku Literasi Informasi

Kita hidup di era ketika informasi tersedia melimpah, namun kemampuan memahami, menilai, dan mengolahnya secara bertanggung jawab justru menjadi tantangan utama dunia akademik. Tanpa literasi informasi yang kuat, banjir data hanya akan melahirkan kebisingan, disinformasi, dan praktik akademik yang rapuh. Buku Literasi Informasi: Cerdas Membaca, Berpikir, dan Menulis hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendasar tersebut.

Disusun oleh para pustakawan dan akademisi UIN Raden Mas Said Surakarta, buku ini tidak hanya mengenalkan perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, tetapi menegaskannya sebagai jantung ekosistem keilmuan. Melalui pendekatan sistematis dan aplikatif, pembaca diajak memahami literasi informasi sebagai fondasi intelektual: kemampuan membaca secara kritis, menulis dengan argumentasi yang kuat, serta mengutip secara jujur dan beretika.

Buku ini disusun dalam dua tingkat literasi. Literasi Informasi Tingkat I membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar pemanfaatan perpustakaan, mulai dari penelusuran koleksi, pemanfaatan jurnal dan database bereputasi, hingga layanan digital dan prosedur akademik. Sementara itu, Literasi Informasi Tingkat II berfokus pada penguatan kapasitas akademik melalui panduan membaca kritis, pengembangan ide, pencarian dan evaluasi referensi digital, penulisan karya ilmiah, pengelolaan sitasi, serta pencegahan plagiarisme dengan dukungan teknologi.

Lebih dari sekadar buku panduan teknis, karya ini merupakan manifesto budaya akademik. Ia mengajak pembaca untuk menjadi pemustaka aktif, penulis reflektif, dan insan akademik yang berintegritas. Di tengah ketergantungan pada mesin pencari dan kecerdasan buatan, buku ini menegaskan bahwa literasi sejati tetap bertumpu pada ketajaman nalar, kedalaman bacaan, dan kejujuran intelektual.

Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan siapa pun yang ingin membangun tradisi keilmuan yang kritis, produktif, dan berkeadaban, sejalan dengan semangat universitas Islam sebagai mercusuar peradaban ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *